Polres Lebong Kawal Aspirasi Warga Desa Lemeu, Dialog Berlangsung Kondusif
Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Penyampaian aspirasi menjadi bagian dari dinamika demokrasi di tingkat desa. Hal itu terlihat saat sejumlah warga Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lebong, Sabtu (24/10/2026), untuk menyampaikan pandangan mereka terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Kedatangan warga yang merupakan pendukung salah satu bakal calon kepala desa, Marno Siswanto, tersebut mendapat pengawalan dari personel Polres Lebong. Pengamanan dilakukan untuk memastikan aspirasi masyarakat dapat disampaikan dengan tertib, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan pelaksanaan asesmen bakal calon kepala desa di Desa Lemeu. Perwakilan warga berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan perlakuan yang sama seperti di Desa Semelako I, yang memiliki tujuh bakal calon kepala desa dan melaksanakan asesmen.
Mereka berharap mekanisme serupa dapat dipertimbangkan untuk diterapkan di Desa Lemeu, sehingga aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak terkait dalam pelaksanaan tahapan Pilkades.
Di tengah berlangsungnya penyampaian aspirasi, personel Polres Lebong mengedepankan pendekatan humanis. Tidak hanya melakukan pengamanan, petugas juga membagikan makanan dan minuman kepada warga sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga komunikasi tetap baik, sehingga penyampaian pendapat berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas maupun ketertiban di lingkungan kantor pemerintahan.
Polres Lebong juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, menjaga persatuan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Penyampaian aspirasi diharapkan tetap dilakukan melalui komunikasi yang baik dengan menghormati aturan dan mekanisme yang berlaku.
Pengamanan berlangsung hingga kegiatan berakhir. Selama kegiatan, situasi terpantau aman dan kondusif.
Kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ruang demokrasi tetap berjalan dengan tertib, sekaligus memastikan perbedaan pandangan di tengah masyarakat dapat disikapi melalui dialog dan komunikasi yang baik. (NA)








