Tagihan Rp4 Miliar Belum Dibayar, Vendor Segel Sistem Instalasi Proyek SPPG Bengkulu

Tagihan Rp4 Miliar Belum Dibayar, Vendor Segel Sistem Instalasi Proyek SPPG Bengkulu

 

Bengkulu, Jurnalisbengkulu.com – Isu pembayaran proyek kembali mencuat di Provinsi Bengkulu. Vendor yang menangani instalasi electrical dan plumbing melakukan penyegelan pada sejumlah titik proyek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk di kawasan Simpang Enam Tais, Kabupaten Seluma, pada Senin (11/5/2026).

Penyegelan ini dilakukan setelah pihak vendor belum menerima pembayaran atas pekerjaan dengan nilai tagihan mencapai sekitar Rp4 miliar. Aksi tersebut terungkap saat awak media melakukan peliputan dan mendapati sejumlah pekerja memasang segel pada fasilitas instalasi di lokasi SPPG Simpang Enam Tais.

Supervisi Lapangan PT Pesona, Tedy Agus, menyampaikan bahwa pihaknya telah berulang kali meminta kejelasan pembayaran kepada kontraktor utama, PT Adhi Karya. Namun hingga kini, belum ada kepastian pencairan dana sejak Februari 2026.

Menurut Tedy, tidak ada alasan lagi bagi PT Adhi Karya untuk menunda pembayaran karena progres pembangunan gedung dapur SPPG yang diawasi telah rampung sepenuhnya.

“Tagihan senilai sekitar Rp4 miliar seharusnya telah dibayarkan pada Februari lalu. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan, sehingga kami melakukan penyegelan pada sistem electrical dan plumbing,” ungkap Tedy Agus kepada awak media, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa penyegelan dilakukan sebagai upaya mendesak agar kewajiban pembayaran kepada vendor segera diselesaikan.

Tedy juga menyampaikan bahwa masalah serupa bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, pada kasus sebelumnya, pembayaran baru dilakukan setelah dilakukan penyegelan fasilitas proyek.

“Kejadian serupa pernah terjadi. Setelah penyegelan dilakukan, pihak Adhi Karya baru melakukan pembayaran. Berdasarkan informasi yang kami terima, PUPR juga disebut telah melakukan pembayaran kepada Adhi Karya. Namun kami tidak memperoleh kepastian mengenai kendala yang menyebabkan tagihan kepada vendor belum diselesaikan,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, PT Adhi Karya belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pembayaran tersebut. Media masih berupaya melakukan konfirmasi demi mendapatkan penjelasan yang seimbang mengenai persoalan ini.

Kejadian ini menarik perhatian publik karena menyangkut fasilitas pelayanan yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Selain persoalan hubungan kerja antara kontraktor dan vendor, keterlambatan pembayaran berpotensi mengganggu operasional dan kelanjutan proyek strategis di wilayah tersebut.

 

Reporter: Sukardianto