Branding “Bahagia dan Istimewa” Resmi Diluncurkan di Rejang Lebong 

Branding “Bahagia dan Istimewa” Resmi Diluncurkan di Rejang Lebong 

 

 

Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – kini resmi memiliki identitas visual baru. Di tengah semarak perhelatan Anugerah Desa Wisata 2026 yang digelar Senin (8/6/2026), pemerintah daerah meluncurkan logo bertajuk “Bahagia dan Istimewa Rejang Lebong”.

Langkah ini menjadi penanda ambisi besar Bumi Pat Petulai untuk bertransformasi menjadi destinasi wisata unggulan yang diperhitungkan di kancah nasional.

Peluncuran logo yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, hingga para pegiat wisata dan pelaku UMKM lokal. Logo baru ini bukan sekadar simbol estetika, melainkan manifestasi dari visi pembangunan daerah yang mengedepankan sektor pariwisata sebagai lokomotif ekonomi baru.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Iwan Sumantri, SE, MM, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menekankan bahwa di tengah keterbatasan sumber daya alam berbasis pertambangan, Rejang Lebong memilih untuk bertumpu pada keindahan alam dan potensi wisata yang melimpah.

“Rejang Lebong tidak memiliki sektor pertambangan besar. Namun, kami memiliki segudang destinasi wisata yang potensial. Logo ‘Bahagia dan Istimewa’ ini adalah identitas sekaligus semangat kami untuk membawa Rejang Lebong lebih dikenal luas, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Iwan saat memberikan sambutan.

Iwan menegaskan, keberhasilan branding ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Ia mengajak komunitas, pelaku UMKM, hingga insan pers untuk bersinergi memperkuat promosi destinasi wisata unggulan daerah agar arus kunjungan wisatawan meningkat, yang nantinya berimplikasi langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong, Riki Irawan, S.Sos., M.Si., menyebutkan bahwa peluncuran logo ini beririsan dengan semangat pengembangan desa wisata.

Hingga akhir Mei lalu, tercatat 16 desa telah berkompetisi dalam Anugerah Desa Wisata 2026 yang dinilai langsung oleh juri profesional.

“Program ini adalah pemicu agar desa-desa di Rejang Lebong lebih inovatif. Kami ingin produk UMKM lokal dan kearifan budaya daerah menjadi daya tarik utama yang melekat kuat dengan branding ‘Bahagia dan Istimewa’ ini,” jelas Riki.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas desa, Pemkab Rejang Lebong menyiapkan total apresiasi sebesar Rp17 juta, berupa plakat, piagam, serta uang pembinaan bagi para pemenang yang dianggap paling berhasil mengelola potensi wisata dan ekonomi kreatif di desanya.

Dengan hadirnya branding ini, Rejang Lebong kini memiliki “napas” baru dalam memasarkan potensinya, sekaligus mempertegas posisi kabupaten tersebut dalam peta pariwisata Provinsi Bengkulu.

 

Reporter : Hendri Gunawan