Memburu DPO Talang Donok: 40 Paket Sabu Disita, Polres Lebong Bongkar Isu Uang 60 Juta

Lebong, JurnalisBengkulu.com – Ketenangan warga Desa Talang Donok, Kecamatan Topos, mendadak pecah pada Selasa dini hari (8/9). Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lebong menggelar penggerebekan kilat di sebuah rumah yang disinyalir menjadi sarang transaksi barang haram.

Meski komplotan pelaku berhasil mengendus kedatangan petugas dan meloloskan diri ke kegelapan ladang belakang permukiman, polisi tak pulang dengan tangan hampa. Sebanyak 40 paket diduga narkotika jenis sabu, terdiri dari 39 paket hemat dan satu paket sedang, serta tiga unit sepeda motor yang ditinggal kabur pemiliknya berhasil disita.

Kasat Resnarkoba Polres Lebong, Iptu Nur Huda, mengonfirmasi bahwa pergerakan timnya berawal dari keresahan warga setempat.

“Saat anggota merapat, terdengar grasa-grusu orang melarikan diri lewat belakang. Medan yang gelap dimanfaatkan pelaku untuk lolos, namun identitas seluruhnya sudah kita kantongi dan kini berstatus buron,” tegas Nur Huda saat memberikan keterangannya, Jumat (11/9).

Saksi Kunci dan Bantahan Isu ‘Uang Damai’

Pasca-penggerebekan, suasana sempat diwarnai rumor tak sedap. Beredar kabar mengenai adanya dugaan penyerahan ‘uang damai’ sebesar Rp60 juta agar sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi tidak diproses hukum.

Menanggapi hal ini, Iptu Nur Huda menegaskan bahwa Penjabat (Pj) Kades Talang Donok, suaminya, Ahmad Tanto, serta empat warga setempat dihadirkan murni sebagai saksi resmi proses penggeledahan di lapangan, bukan sebagai tersangka.

“Isu uang Rp60 juta itu hoaks total. Empat warga yang diperiksa di Polsek Rimbo Pengadang statusnya murni saksi peristiwa untuk melengkapi berkas, bukan pelaku yang ditangkap. Setelah memberikan keterangan, mereka langsung diperbolehkan pulang,” ujar Nur Huda menegaskan.

Klarifikasi senada disampaikan Ahmad Tanto. Suami Pj Kades ini membantah keras adanya perputaran uang untuk menutup kasus.

“Saya dan warga siap dipanggil kapan saja. Tidak ada uang sepeser pun yang diserahkan, baik ke pihak kami maupun ke kepolisian. Malah sekarang kami fokus membantu polisi melacak keberadaan para pelaku,” ungkap Tanto.

Hal senada ditekankan Opan Jaya, perwakilan keluarga saksi. Ia memastikan tidak ada intimidasi maupun praktik ’86’ dalam pemeriksaan kerabatnya.

Saat ini, Tim Opsnal Polres Lebong masih menyisir sejumlah titik yang ditengarai menjadi tempat persembunyian para DPO.

Reporter : Hendri Gunawan