Kelola Sampah, Ini Harapan Usin Sembiring Wujudkan Bengkulu BERSERI

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Saat ini, Bengkulu dalam keadaan darurat sampah yang mengancam kelangsungan kehidupan, terutama masyarakt perkotaan. Karena itu, DPRD Provinsi Bengkulu melalui anggotanya Usin Abdisyah Putra Sembiring meprakarsai deklarasi Kader Lingkungan Hidup 2022 untuk mewujudkan Bengkulu bebas sampah.

Deklarasi Kader Lingkungn Hidup 2022 mengusung tema kami siap mewujudkan Bengkulu BERSERI (Bersih, sehat, dan Lestari) yang diselenggarakan di lapangan Sport Center Bengkulu, Sabtu-Minggu (17-18/12/2022).

Acara deklarasi Kader Lingkungn Hidup 2022 dihadiri antara lain Gubernur Bengkulu, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu Safnizar S.Hut dan Kader Lingkungan Hidup 2022 yang terdiri atas unsur warga setiap RT di Kota Bengkulu.

Saat diwawancarai, Usin Abdisyah Putra Sembiring menginginkan, satu langkah atau satu misi dalam membuat Provinsi Bengkulu ini bebas sampah sehingga akan terwujud Bengkulu yang BERSERI (Bersih, sehat, dan Lestari).

Hal ini tentu tidak akan berjalan efektif apabila dilaksanakan dari unsur pemerintah saja, sehingga perlu masyarakat ikut terlibat dalam mengatasi kedaruratan sampah di Bengkulu ini. Agar lebih mempermuda keterlibatan masayarakat dalam mengatasi kedaruratan sampah, maka dibetuk Kader Lingkungn Hidup 2022.

Harapannya, Kader Lingkungan Hidup 2022 ini, nantinya akan berperan aktif untuk melakukan sosialisasi bagaimana memilih, memilah, dan mengelola sampah yang mana sampah dari dapur rumah masing-masing yang ada di Provinsi Bengkulu ini, tidak lagi menjadi masalah akan tetapi menjadi solosi.

“Menjadi solosi dikarenakan sampah ini akan memiliki nilai sehingga akan memiliki harga. Seperti sampah organik yang mana akan mendorong konteks pertanian, perkebunan, dan bahkan perternakan. Karena akan ada prodok yang dihasilkan dari sampah organik misalnya Pupuk Organik Cair (POC) dimana fungsinya mendorong pertanian dan ketahanan pangan masyarakat di Bengkulu. Lalu ada lagi kompos yang bisa digunakan untuk pertanian dan perkebunan juga. Ada juga yang digunakan untuk perternakan yaitu maggot, sekarang maggot ini bisa dijual dan menjadi mahal untuk harganya. Maggot ini merupakan ulat yang dihasilkan dari pengelolahan kompos,” harap Usin.

Ada juga, lanjut Usin, sampah non organik atau limbah pelastik juga memiliki nilai dan harga, saat ini banyak dari UMKM mencari limbah pelastik untuk dibeli dan akan dijadikan kerjinan tangan seperti anyaman, mainan, dan ecobricks.

“Sehingga dari data BPS bahwa setiap rumah tangga menghasilkan sampah 0,7- 1 kg dan kader ini jumlahnya sudah 600 orang maka ada 600 kg perhari sampah tidak lagi dibuang ke TPA. Hal ini masih kurang karena harus 6 ton sampah yang tidak sampai ke TPA. Sehingga diharpkan Kader Lingkungn Hidup 2022 memberikan sosialisasi kepada masyarakat di Provinsi Bengkulu untuk tidak lagi membuang sampah dapur mereka karena mempunyai nilai dan harga justru dapat menjadi pengahasilan mereka. Hal inilah dimaksud dengan kegiatan 3R (Reduce, Reuse, dan Recyle) ke depannya dapat berjalan sustainability (berkelanjutan) terus menerus,” kata Usin.(Saprian Utama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *