Menanam Benar Sejak Dini: Menata Masa Depan dari Bangku SD Negeri 96 Rejang Lebong
Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Jalanan bukan sekadar aspal dan debu; ia adalah ruang publik yang menuntut kedewasaan dan kepatuhan. Namun, apa jadinya jika para penggunanya adalah jiwa-jiwa muda yang masih belia? Menyadari hal tersebut, Satlantas Polres Rejang Lebong kembali melakukan langkah preventif yang substansial melalui program unggulan “Police Goes to School”.
Rabu pagi (22/2), suasana SD Negeri 96 Rejang Lebong tampak berbeda. Kehadiran Aiptu Evti Himeati, Brigpol Indah Aulia, dan Bripda M Ilham di tengah riuhnya seragam putih-merah bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan sebuah misi penyelamatan generasi.
Di bawah langit Curup yang mulai menghangat pukul 08.00 WIB, para personel Satlantas ini tidak datang membawa surat tilang, melainkan membawa ilmu. Ada sebuah urgensi yang ditekankan: keselamatan adalah hak setiap anak.
Poin krusial yang menjadi sorotan dalam giat kali ini adalah fenomena pelajar yang kerap abai terhadap keselamatan diri demi sebuah “gaya” atau kepraktisan yang keliru. Petugas memberikan teguran edukatif sekaligus peringatan keras bagi para siswa yang sering duduk di atas atap angkutan umum atau bergelantungan.
“Kendaraan umum bukan arena bermain. Satu kesalahan kecil di atas atap mobil bisa berakibat fatal bagi masa depan mereka,” ujar salah satu personel di sela kegiatan.
Data menunjukkan bahwa angka kecelakaan di Kabupaten Rejang Lebong didominasi oleh usia produktif. Inilah yang menjadi dasar kuat mengapa Satlantas Polres Rejang Lebong bersikap tegas mengenai larangan penggunaan sepeda motor bagi anak di bawah umur.
Secara lugas, para siswa diberi pemahaman bahwa belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) bukan hanya soal administrasi, melainkan soal kematangan psikologis dan keterampilan yang belum mencukupi. Larangan ini adalah bentuk kasih sayang negara agar para pelajar tidak menjadi angka dalam statistik kecelakaan jalan raya.
Tidak hanya menyasar sang anak, edukasi ini juga ditujukan sebagai pesan berantai bagi para orang tua. Satlantas mengingatkan agar setiap penjemputan menggunakan sepeda motor wajib disertai penggunaan helm standar SNI—baik bagi pengendara maupun anak yang dibonceng.
Mengenal rambu lalu lintas sejak dini adalah investasi jangka panjang. Dengan memahami simbol-simbol di jalanan, diharapkan para siswa SD Negeri 96 tumbuh menjadi pengguna jalan yang cerdas dan beretika di masa depan.
Giat ini merupakan pengejawantahan dari semangat PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, Berkeadilan) yang diusung Polri. Bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak melulu soal penindakan hukum, namun bermula dari edukasi yang humanis dan berkelanjutan di bangku sekolah.
Reporter : Hendri Gunawan






