Sat Samapta Polres Rejang Lebong Gencarkan Patroli dan Cek SPBU

Antisipasi Riak Penyesuaian Harga BBM Nasional, Sat Samapta Polres Rejang Lebong Gencarkan Patroli dan Cek SPBU Guna Jamin Kondusifitas Kamtibmas

 

Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Menyusul kebijakan pemerintah pusat terkait penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional, jajaran Satuan Samapta Polres Rejang Lebong bergerak cepat mengambil langkah preventif di lapangan.

Guna mengantisipasi adanya kepanikan publik (panic buying) maupun potensi gangguan kamtibmas, Unit Patroli Sat Samapta menggelar inspeksi mendadak dan pengawasan ketat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah hukum Polres Rejang Lebong, Minggu pagi (5/7), dimulai sejak pukul 08.00 WIB.

Kapolres Rejang Lebong melalui Kasat Samapta menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian bersenjata lengkap di tengah momentum krusial ini merupakan komitmen nyata Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sekaligus menutup ruang bagi tindakan premanisme dan spekulasi ilegal.

Berdasarkan pemantauan berkala yang dipimpin oleh Aipda Rachmadi bersama tiga personel, yakni Bripda Dendri Boya, Bripda Phutra Dhivha, dan Bripda Nuriansyah, dinamika harga baru di tingkat penyalur telah diterapkan secara serentak. Salah satunya di SPBU 24.391.45 Simpang Bukit, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong.

Dari pengecekan berkas dan papan informasi digital, tercatat komoditas nonsubsidi jenis Pertamax mengalami kenaikan harga sebesar Rp4.100 per liter, dari harga lama Rp12.600 menjadi Rp16.650. Sebaliknya, komoditas jenis Dexlite justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan sebesar Rp3.450 per liter, dari semula Rp23.500 turun menjadi Rp20.150.

Sementara itu, untuk komoditas BBM bersubsidi jenis Pertalite dipastikan tidak mengalami perubahan harga dan tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter. Adapun untuk varian Pertamax Turbo dan Bio Solar di lokasi tersebut terpantau nihil atau tidak tersedia.

Selain mengamankan area SPBU pasca-kenaikan BBM, operasi preventif yang didukung armada taktis Mobil Dmax Samapta dan persenjataan standar V2 ini memperluas radius sasarannya ke zona-zona rawan wilayah hukum Polres. Petugas menyisir area permukiman padat penduduk, objek vital perbankan, kawasan pertokoan, serta jalur-jalur sepi yang rawan terhadap tindak kriminalitas jalanan 3C (Pencurian dengan Pemberatan, Pencurian dengan Kekerasan, dan Pencurian Kendaraan Bermotor).

Hingga berita ini diturunkan, seluruh rangkaian kegiatan pengawasan dan patroli dialogis berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Tidak terlihat adanya antrean kendaraan yang mengular secara ekstrem ataupun indikasi penimbunan, serta aktivitas masyarakat berjalan normal seperti biasa.

 

Reporter : Hendri Gunawan