Diresmikan Jokowi, Tol Bengkulu-Lubuklinggau Penyelesaiannya Menunggu Presiden Berikutnya

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Masuk pembangunan strategis nasional (PSN) dan telah diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo, Tol Bengkulu – Lubuklinggau untuk tahap berikutnya belum ada kejelasan.

Pasalnya, Branch Manager Tol Bengkulu – Taba Penanjung, Medya Gustian saat dikonfirmasi mengatakan, kelanjutan untuk pengerjaan tahapan berikutnya dari Tol ini belum kelanjutan.

“Tol Taba Penanjung ke Kepahiang, dan sampai Linggau untuk sekarang belum ada kelanjutan karena berdasarkan Kepres pengerjaan tahapan penyelesaian di tahap ke IV,” ujarnya, kemarin (9/10).

Selain itu, dari pusat terkait Informasi kelanjutan Tol Bengkulu – Lubuklinggau, juga belum ada kepastian.

Selain itu Medya menjelaskannya Pengerjaan tersebut tentu akan dilanjutkan. Namun, diperkirakan setelah pergantian Presiden. Sedangkan terkait informasi Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. Untuk kelanjutan pengerjaan tol tersebut, pihaknya masih belum ada menerima informasi apapun.

“Jalan tol Bengkulu untuk saat ini masih menunggu arahan dari Pusat, sedangkan berdasarkan Kepres yang telah dikeluarkan tahapan ke-IV ini kemungkinan setelah bergantinya masa presiden saat ini,” tuturnya.

Diinformasi Medya, perhari masyarakat yang melintasi tol yang telah diresmikan Presiden Jokowi ini sekitar 1.300 kecuali di akhir pekan bisa mencapai 1.500, untuk semua jenis kendaraan. Baik dari Bengkulu maupun arah Taba Penanjung.

“Masyarakat cukup antusias terhadap Tol ini, karena kita lihat Penggunanya semuanya dari Bengkulu. Kita tidak melihat lagi ada kendaraan dari luar,” jelas Medy.

Sementara itu Menghadapi masa kemarau seperti yang terjadi saat ini, Medy mengimbau kepada masyarakat yang melintasi Tol untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. “Hal itu akan membahayakan, karena berpotensi mengakibatkan kebakaran,” tutupnya.

Dikesempatan lain, Gubernur Bengkulu, Prof. Dr. H. Rohidin Mersyah, M.MA, mengatakan pihaknya, Pemprov Bengkulu akan menanyakan kembali kepada Pemerintah Pusat terkait kelanjutan pembangunan Tol Bengkulu-Lubuklinggau, hingga ke presiden. Sehingga ada kepastian, lanjutan pembangunan tol Bengkulu tersebut. “Kita akan tanyakan lagi ke pemerintah pusat,” tegas Rohidin.

Rohidin mengatakan, bentuk penyampaian aspirasi atas kepastian lanjutan dari jalan tol Bengkulu ke Libuk Linggau itu sangat penting. Karena dalam peresmian jalan tol Bengkulu-Taba Pananjung pada Juli lalu, Presiden Joko Widodo telah memastikan dan berjanji, pembangunan tol Bengkulu akan berlanjut pada tahun 2024 mendatang. Terlebih APBN 2024 juga sedang tengah dibahas oleh pemerintah pusat.
“Saya kira penting untuk menyampaikan aspirasi ke pusat. Apapun itu keputusannya sebenarnya,” tuturnya.

Dorongan kepastian lanjutan pembangunan tol Bengkulu ke Lubuk Linggau ini, Rohidin meminta tidak hanya bisa dilakukan oleh pemprov saja. Namun semua pihak, harus ikut memperjuangkan serta mendorong pemerintah pusat, agar menganggarkan pembangunan lanjutan tol tersebut. Baik itu dari kalangan anggota DPR RI dan DPD RI dari DPRD Provinsi dan Kota serta Tokoh-tokoh masyarakat juga masyarakat, diminta ikut mendorong pemerintah pusat agar melanjutkan Tol Bengkulu-Lubuklinggau ini.

“Perlu supporting bersama. DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota serta tokoh masyarakat dan masyarakat Bengkulu. Dibutuhkan suara yang produktif. Agar Bengkulu bisa menjadi perhatian,” beber Rohidin.

Rohidin menegaskan, ketika pembangunan tol Bengkulu ke Lubuk Linggau itu berlanjut. Maka mampu mendongkrak ekonomi daerah. Bahkan mampu menjadi gerbang ekonomi sumatera. Maka akses infrastruktur yang cepat, menjadi kunci bangkitnya ekonomi wilayah. “Maka dibutuhkan lanjutan pembangunannya,” ujarnya.

Menanggapi hal itu , Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu yang merupakan Sekretaris Fraksi Amanat dan Keadilan di DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler SIP MAP menegaskan, lanjutan pembangunan tol Bengkulu itu harus ada kepastian dan terpenting harus ada kelanjutan. Jika tidak, maka tol Bengkulu-Taba Penanjung yang saat ini sudah beroperasi, tidak akan memberikan dampak signifikan untuk daerah.

“Walaupun masyarakat antusias terhadap tol ini, kita melihat Pengendara masih banyak memiliki jalan umum, dibanding lewat tol. Karena tanggung tolnya. Contoh kendaraan pengangkut sayur dari Curup mau ke Pasar Panorama, masih akan memilih lewat jalan umum, walaupun dari segi biaya dan waktu menguntungkan lewat Tol.

Untuk diketahui Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung pada Kamis (20/7) lalu, telah diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo. Pengerjaan tahap selanjutnya yang direncanakan, yakni untuk seksi Taba Penanjung – Kepahiang panjang dengan panjang 23,7 kilometer (KM) dan seksi III Kepahiang – Linggau sepanjang 54,5 KM harus terhenti.(Saprian Utama, SH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *