Antrean Panjang di SPBU Amen Terurai, Polisi Ungkap Penyebabnya

Ket. Foto: Antrean Panjang di SPBU Amen Terurai, Rabu (19/8/2026)

Lebong, jurnalisbengkulu.com – Antrean panjang kendaraan sempat terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Amen, Kabupaten Lebong, Selasa (18/8/2026). Kondisi tersebut mendapat perhatian jajaran Polres Lebong yang melakukan monitoring untuk mengetahui penyebab terjadinya antrean.

Dari hasil pemantauan dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) di lapangan, antrean panjang tersebut bukan disebabkan oleh kekurangan stok BBM maupun kendala pengiriman dari Pertamina.

Petugas menemukan adanya kendala pada kinerja mesin atau dispenser BBM, khususnya untuk pengisian Pertalite. Debit keluaran BBM dari nozzle dispenser terpantau rendah sehingga proses pengisian setiap kendaraan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Kondisi tersebut menyebabkan pelayanan kendaraan berjalan lambat. Kendaraan yang berada di belakang pun harus menunggu lebih lama sehingga antrean semakin panjang.

Kendala tersebut diduga berkaitan dengan sistem dispenser BBM, yang dapat meliputi pompa, filter, selang, nozzle maupun komponen pengatur debit aliran. Untuk memastikan komponen yang mengalami gangguan, diperlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut oleh petugas atau teknisi SPBU.

Selain kendala pada mesin dispenser, terdapat pula gangguan pada jaringan yang turut menyebabkan proses pelayanan dan transaksi pengisian BBM kurang lancar.

Meski demikian, berdasarkan hasil monitoring, stok BBM di SPBU Amen dalam kondisi aman dan tidak terdapat kendala pengiriman dari Pertamina.

Pihak SPBU disebut akan melakukan perbaikan terhadap mesin BBM yang mengalami kendala setelah stok BBM habis.

Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, S.H., S.I.K. mengatakan, antrean panjang tersebut bukan disebabkan oleh kekurangan stok maupun kendala pengiriman BBM.

“Dari hasil monitoring di lapangan, antrean panjang di SPBU Amen bukan disebabkan oleh kekurangan stok maupun kendala pengiriman BBM. Kendala terjadi karena debit keluaran BBM, khususnya Pertalite, dari dispenser cukup rendah sehingga proses pengisian membutuhkan waktu lebih lama. Kami akan terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pihak SPBU agar perbaikan dapat segera dilakukan serta pelayanan kepada masyarakat kembali normal,” ujar Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, S.H., S.I.K., melalui Kasubsi PIDM Humas Polres Lebong Aipda Syaiful Anwar.

Saat ini, antrean kendaraan telah terurai. Tidak terlihat lagi antrean yang memanjang hingga ke badan jalan di luar area SPBU.

Polres Lebong juga tetap melakukan pemantauan dan pengamanan di lokasi, sekaligus berkoordinasi dengan pengelola SPBU guna memastikan situasi tetap kondusif dan pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar.

Kabupaten Lebong diketahui hanya memiliki satu SPBU yang melayani kebutuhan BBM masyarakat dan kendaraan di seluruh wilayah kabupaten. Kondisi ini membuat kelancaran operasional SPBU menjadi salah satu perhatian penting dalam menjaga pelayanan kebutuhan masyarakat.

Polres Lebong mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat melakukan pengisian BBM dan mengikuti arahan petugas di lokasi guna mencegah terjadinya penumpukan kendaraan maupun antrean panjang. (NA)