Peresmian Pusat Edukasi Batik dan LPK Pasperlu Arunika di Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu: Sentuhan Seni dan Kemandirian Terselenggara dengan Gemilang

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Bengkulu, 26 Desember 2023 – Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, bersama dengan perwakilan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu, memeriahkan malam Jumat (22/12/23) dengan meresmikan Pusat Edukasi Batik dan LPK Pasperlu Arunika, serta meluncurkan karya-karya batik yang dihasilkan oleh Warga Binaan di Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu.

Acara yang penuh warna ini didahului oleh pertunjukan khusus, termasuk tarian kontemporer dari pegawai LPP Bengkulu, persembahan musik biola, dan fashion show batik. Gubernur Rohidin Mersyah sangat mengapresiasi kerja keras Kalapas Perempuan dan jajarannya dalam menggelar kegiatan yang spektakuler ini.

“Ini kegiatan yang sangat produktif, ini sebenarnya diluar dugaan saya. Suasananya terbuka, ada unsur elegannya, karyanya sudah mulai punya nilai ekonomi,” ujar Gubernur Rohidin Mersyah, yang mengakui bahwa acara ini melampaui ekspektasinya.

Gubernur mengajak semua pihak, termasuk jajaran pemerintah, untuk mendukung karya-karya yang dihasilkan oleh Warga Binaan LPP Bengkulu. “Tampilan estetika berguna, bagus sehingga posisi binaan sudah mulai kelihatan bahwa mereka dibina menjadi orang yang lebih hebat, lebih trampil, lebih berdaya guna,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Teguh Wibowo, menyampaikan bahwa kain batik yang diproduksi di Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu memiliki kualitas yang tak diragukan. “Kain batik Pas Perlu Art ini telah dipercaya untuk dipamerkan dalam agenda AALCO di Bali dan sedang dalam proses kerjasama dengan CV. Jaya Makmur Semarang untuk mengisi gallery di Bandara Internasional Ngurah Rai,” ungkapnya.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Andriensjah, PJ. Walikota Bengkulu, Forkopimda Provinsi dan Kota Bengkulu, BNN, serta mitra kerja lainnya. Kesuksesan acara ini menunjukkan eksistensi dan kualitas produksi Warga Binaan, yang mampu bersaing dengan produk kualitas internasional. (Saprian Utama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *