SMP Negeri Air Satan. Resmi dilaporkan Aliansi Masyrakat

Musi Rawas, jurnalisbengkulu.com – Aliansi masyarakat peduli pendidikan yang berjumlah sembilan orang menyampaikan laporan dugaan korupsi penggunaan anggaran dana BOS tahun 2021/2022 SMP Negeri Air Satan Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumsel.

Muhammad Aap, saat dibincangi di Kejaksaan Negeri Lubuklinggau selaku perwakilan dari Aliansi masyarakat peduli pendidikan, menyampaikan laporan dugaan penyalahgunaan atau penyimpangan dalam pengelolaan dana bos. Yang diduga tidak sesuai dalam keperuntukan nya. 5/12/2022.

Lanjut Aap” Dari beberapa item penggunaan dana BOS yang kami sampaikan kepihak Kejaksaan Negeri diduga kuat telah terjadi penyimpangan dalam penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) diduga kuat beberapa item kegiatan tersebut tidak di laksanakan.

Kami dari Aliansi masyarakat peduli pendidikan mendesak pihak Kejaksaan Negeri Lubuklinggau untuk melakukan penyidikan dan penyelidikan atas dugaan korupsi dan penyimpangan penggunaan dana BOS di tahun 2020 – 2022.

“Seperti pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, begitu juga dengan kegiatan asismen/evaluasi pembelajaran dan pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan ditahun 2020 – 2022 dan kegiatan seterusnya”. Tegasnya M. Aaf.

Masih dikatakan M. Aaf, ketika kami melakukan investigasi ke sekolah SMP Negeri Air Satan terlihat beberapa titik bangunan sekolah tersebut tidak terawat, nampak bagian plafon-pelafon yang sudah mengalami kerusakan namun tidak perawatan begitu dengan dinding- dinding bangunan sekolah seperti cat yang sudah buram dan dibagian lantai ada beberapa yang mengalami kerusakan atau pecah-pecah,

Melihat dari keperuntukan dana BOS adanya dana untuk perawatan (Sapras) oleh pihak sekolah. dari beberapa temuan fakta di lapangan adanya kejanggalan dalam penggunaan dana BOS. Dari pengamatan kacamata kami. kami berkesimpulan untuk menyampaikan ke pihak APH. Khusus nya Kejaksaan Negeri Lubuklinggau.

“Lebih lanjut sesuai dengan data dan fakta di lapangan dan temuan dilapangan, kami gabungan dari Aliansi masyarakat peduli pendidikan menyapaikan laporan dengan nomor laporan : Istimewa Lpk/Aliansi/XII/2022 ke Kajari Lubuklinggau, semoga laporan kami ini dapat di proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Cetus M. Aaf, (Hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *