Tantangan Kekeringan vs. Stabilitas Harga Beras: Langkah-langkah Pemerintah Bengkulu

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – PJ Sekdaprov Bengkulu, Nandar Munadi, mengungkapkan bahwa saat ini Provinsi Bengkulu menghadapi tantangan serius akibat kekeringan yang mempengaruhi produksi beras.

Hal itu diungkapkannya saat menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Bengkulu Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Harga Dan Pasokan Beras, Kamis (21/9) diRuang Pola Provinsi Bengkulu.

“Untuk mengatasi situasi ini, Pemprov telah mengambil langkah-langkah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah tersebut,” ungkap Nandar.

Nandar juga menjelaskan bahwa ada penyesuaian harga beras dengan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 11.500 per kilogram, terutama jika dibandingkan dengan harga pada bulan Agustus.

“Kita mengharapkan bahwa pengecer di tingkat Rumah Pangan Kita (RPK) tidak menjual beras di atas harga tersebut,” katanya

Selain itu, Munadi memastikan bahwa stok beras di wilayah Bengkulu aman, dengan dukungan dari Bulog dan produksi lokal yang memadai.

“Untuk menjaga stabilitas harga, fokus Pemprov adalah pada beras jenis medium, karena harga beras premium cenderung lebih tinggi. Upaya ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan beras yang cukup dan terjangkau bagi masyarakat di Provinsi Bengkulu,” pungkas Nandar.(Saprian Utama, SH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *